Kementerian Kesehatan Perkenalkan Program Telemedicine untuk Daerah 3T
Jakarta - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memperkenalkan program telemedicine nasional yang ditargetkan untuk melayani masyarakat di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Program ini merupakan bagian dari upaya pemerataan layanan kesehatan.
Menteri Kesehatan menjelaskan bahwa program ini akan menghubungkan rumah sakit pusat di kota besar dengan puskesmas di daerah 3T melalui platform telemedicine berbasis aplikasi. "Dengan teknologi ini, masyarakat di daerah terpencil bisa mendapatkan konsultasi dengan dokter spesialis tanpa harus ke kota besar," jelasnya.
Program ini akan dilengkapi dengan peralatan medis portabel yang bisa digunakan oleh tenaga kesehatan di puskesmas untuk melakukan pemeriksaan dasar dan mengirimkan hasilnya ke dokter spesialis secara real-time.
Dr. Maria Ulfa, ahli kesehatan masyarakat dari Universitas Airlangga, menyambut baik inisiatif ini. "Masalah utama layanan kesehatan di Indonesia adalah ketimpangan akses. Program telemedicine ini bisa menjadi solusi jangka pendek yang efektif," katanya.
Pemerintah menargetkan program ini bisa melayani 500 puskesmas di daerah 3T pada tahun pertama implementasi, dengan anggaran sebesar Rp 2 triliun yang berasal dari APBN dan kerjasama dengan sektor swasta.
Catatan Redaksi
Setiap wartawan Banyuwangi Update dibekali ID Card resmi dan namanya tercantum dalam box redaksi. Apabila ada oknum yang mengaku sebagai wartawan Banyuwangi Update namun tidak dapat menunjukkan identitas resmi, segala tindakannya bukan menjadi tanggung jawab redaksi.
Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan, Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Bagikan:
Tag:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!